Menteri P2MI Lepas 357 PMI ke Korea Selatan dan Jerman
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin melepas keberangkatan 357 pekerja migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan dan Jerman melalui program Government to Government (G to G) di BBPPMPV Bispar, Depok, Jawa Barat, Senin (12/10/2026).
Dari total tersebut, 354 orang ditempatkan di Korea Selatan dan tiga orang merupakan tenaga perawat yang akan bekerja di Jerman. Mukhtarudin mengapresiasi peserta yang telah melewati tahapan panjang mulai dari pendaftaran, seleksi, daftar tunggu, hingga penerbitan Standard Labour Contract (SLC).
Bukan hanya bekerja, tapi juga belajar
“Perjuangan ini bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan menuju masa depan yang lebih baik. Niatkan kesempatan ini bukan hanya untuk bekerja, tetapi juga untuk belajar, menambah pengalaman, dan meningkatkan keterampilan,” kata Mukhtarudin.
Ia berharap para PMI menjadi bagian dari sirkulasi talenta global (brain circulation) dengan membawa pulang pengetahuan, kompetensi, dan jejaring internasional untuk mendukung pembangunan Indonesia.
Data penempatan G to G
Berdasarkan data KP2MI, penempatan PMI lewat program G to G Korea Selatan hingga saat ini mencapai 4.144 orang, terdiri atas:
- 2.294 pekerja sektor manufaktur
- 1.824 pekerja sektor perikanan
- 26 pekerja sektor jasa
Sementara penempatan ke Jerman mencapai 138 orang, dengan akumulasi sejak 2023 sebanyak 500 orang. Mukhtarudin berharap penempatan pada 2026 terus meningkat dan melampaui capaian tahun sebelumnya, dengan keberhasilan diukur tidak hanya dari jumlah, tetapi juga dari peningkatan kualitas SDM Indonesia.
Pesan PT Nexfora Global Indonesia
Program G to G menunjukkan pentingnya jalur resmi dan kesiapan kompetensi. Nexfora membantu membangun kesiapan talenta agar calon PMI lebih siap menghadapi seleksi dan penempatan legal.
Ringkasan diolah dari pemberitaan ANTARA, 12 Oktober 2026. Bukan salinan artikel asli.